Sekolah harus mengajarkan sejarah bangsa sejak dini agar kelak mereka tidak lupa bagaimana bangsa ini bisa ada dan berkembang sampai sekarang.

Dalam memperkenalkan sejarah tersebut maka SDN 3 Sungai ulin mengajak siswa-siswi kelas VI mengunjungi Museum lambung mangkurat yang berada di jl. A. Yani Banjarbaru pada hari Kamis, 19/12/2019. Museum ini dulunya berstatus sebagai UPT (Unit Pelaksana Teknis) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. Namun setelah adanya otonomi daerah Museum Lambung Mangkurat ini diserahkan kepada pemerintah daerah menjadi UPT Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengarahan dari Staf Museum
Pengarahan dari Staf Museum

Bersama dengan walikelas VI, Isna Purwanti, S.Pd dan Rabiatul Adawiyah, SE siswa-siswi kelas 6A dan 6B berangkat dari sekolah jam 8.00 wita. setibanya di Museum yang berdiri di atas tanah seluas 15.000 m², rombongan SD ini disambut oleh staf dari museum untuk diberikan pengarahan dan yang akan memberikan penjelasan mengenai benda-benda sejarah yang ada di dalam museum.

Rabiatul Adawiyah, SE yang kerap dipanggil ibu Rabiah mengharapkan anak-anak mengenal peninggalan sejarah dari kerajaan Banjar, seniman dan ulama Kalsel beserta hasil karyanya. “Anak-anak Sangat senang dan meinkmati pejalanan ke museum ini, malahan lambat di ajak pulang” Ujar walikelas 6B ini.

Demikian perjalanan Siswa SDN 3 Sungai Ulin ke museum yang namanya di ambil dari sebuah hikayat atau legenda raja-raja Banjar, Lambung Mangkurat (Lembu Mangkurat) pemangku kerajaan negara Dipa yang menjadi cikal bakal Kesultanan Banjar  dimana Lambung Mangkurat yang juga mendapat gelar sebagai Ratu Kuripan  dan anak kedua dari Maharaja di Candi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *